Senin, 27 April 2009

Selembar Surat Untuk BUNDA

Dear bunda yg terkasih di sorga

Bunda,,,,tanpa terasa waktu terus berjalan dan meninggalkan kenangan yg mendalam antara kita berdua

14 tahun senyummu menghilang dari mataku,,,namun terus menerawang tembus dipikiranku

Aku masih ingat Bunda,,,,
Kala bunda bertutur menasehatiku agar aku menjadi semakin lebih baik untuk kedepannya

Aku masih ingat Bunda,,,,
Kala bunda murka dan melengkingkan suara tinggi memekakkan telingaku

Aku masih ingat Bunda,,,
Ketika kau terdiam menitikkan air matamu tatkala kau sedih kehilangan seorang putramu berpulang mendahuluimu

Aku masih ingat Bunda,,,,
Ketika tertawa lebarmu begitu khas dan memecahkan suasana hening

Aku masih ingat Bunda,,,,
Betapa semangatnya kau mengulurkan tanganmu membopong org2 yg tak mampu disekitarmu

Aku masih ingat Bunda,,,,
Ketika aku terbaring lemas karena sakit,,,kau basuhkan tanganmu dikepalaku dg handuk dingin itu

Aku masih ingat Bunda,,,,
Suara merdumu melantunkan lagu2 indah kesayanganmu mengajakku menyenandungkan bersama

Aku masih ingat Bunda,,,
kala aku sedih dan kau menghampiriku dan mendekapku erat-erat

Bagaimana aku bisa lupa dengan itu semua,,,Bunda,,,,

bahkan aku menuliskan surat ini untukmu dengan derai-an air mata

bahkan aku tak sanggup lagi berkata apa2 untuk mengungkapkan kenangan2 itu semua

Cintaku padamu Bunda,,,hingga detik ini tak berkurang sedikitpun

Kemana aku harus bisa mendatangimu,,,,dan suatu keharusan aku kehilangan mu

Ketika rindu menyengat,,,mataku kukatupkan dalam2 dan kutembus bayangan itu untuk menghampiri selintas rona wajahmu,,,dengan senyummu yg sangat dalam

Bunda,,,,aku rindu padamu,,,,

Bunda,,,,Aku menangisimu hari ini untuk bisa memeluk mu

Doa ku dalam hari-hariku selalu menyebutkan namamu

Selalu kupanggil namamu

Selalu kukirimkan lafal Alfateha dan yasiin untukmu

Selalu demikian dari hari ke hari

Dan aku berharap Bunda membaca suratku ini dan kau mau hadir didalam mimpi2ku disetiap aku tidur,,,

hanya itu yg kuharap darimu Bunda dan permintaan ijinku pada Mu yaa allah
untuk meluluskan harapan dan angan2ku untuk Bunda

Amin

Jumat, 10 April 2009

Hingga

Ketika itu aku berada pada ambang ketakutan, berhalusinasi dan menerawang kedepan serta membayangkan bagaimana diriku 'kan nantinya.

Ketika itu aku tediam dan membisu tanpa keyakinan, berharap akankah dapat menempuhnya pada titik yg diinginkan orang-orang pada umumnya

Ketika itu aku belum bisa mendapatkan apa yg seharusnya aku bisa dapatkan.

Ketika itu hanyalah angan-angan belaka, apa dan bagaimana aku belum bisa merabanya

Ketika itu aku berhari-hari tidak bisa meyakinkan diriku unt bisa berjalan tegap, semakin aku menjadi takut, dan semakin aku menjadi kerdil bagi diriku sendiri

Ketika itu hatiku serasa ingin berteriak,aku tak ada kekuatan yg bisa mengangkat diriku sendiri

Ketika itu semakin sulit rasanya diri ini untuk bisa bernafas lega

Ketika itu aku bahkan tidak bisa berucap jujur pada diri sendiri akan kenyataan hidupku sa'at itu

Ketika itu aku serasa berlari dan berjalan ditempat, bahkan ruang gerakku pun begitu sangat terbatas

Ketika itu seakan dengan mudahnya diri ini untuk meneteskan linangan air mata

Ketika itu dadaku begitu penuh dan berjejal dengan segala keluh yg terkumpul

Ketika itu hampir seakan-akan hidup ini tak tergambarkan dan tak terlukiskan indah

Masih juga ketika itu hati ini mengapung tak berdaya

Ketika itu tiada pijakan yg kokoh pada kaki-kaki ku

Sadar diri ini tiada kemampuan berteriak atau mendongakkan kepala

dan sadar diri ini tiada sandaran kuat yg menjadikan tubuh berdiri tegap

Aku cobakan langkah-langkah kecil ini menuntun jalan hidupku

Berpegang teguh dengan kemampuan seadanya agar bisa mengepakkan sayap

keterpurukan demi keterpurukan yg menghadang bak tembok raksasa serasa

aku pecahkan dengan keyakinanku sendiri

Aku mulai bergumam lantang walau yg tersisa didalam diri cuma sebongkah

Aku paksakan diri berjalan tegap memandang arah tujuan yg mulai tercerna

Dan tanpa terasa aku mulai berjalan meninggalkan batas-batas kesengsaraan

Tangisku yg dulu menyesakkan dada kini terurai menjadi picuan semangat akan hidupku

Hingga pada akhirnya kutemukan cahaya yg aku harapkan dan impikan menerangi asa ku

Tidak ada saksi dalam hidupku kecuali hati dan jiwaku yg menemani setia dalam kehidupanku

Dan hingga kini tanpa terasa aku mulai bersandar pada tembok yg kukuh dan pada pijakan yg kuat

Seribu ucapan syukur alhamdulillah tak cukup untuk menghiasi segala perjuanganku

Kalaupun aku kini berpaling kearah titik awal hidupku, mungkin aku kan berujar "tak sanggup lah untuk kembali lagi"

Dan hingga kini aku berdiam mensyukuri nikmat yg Kau beri ya Allah,,,,

Dan Hingga kini aku menjadi sesuatu atas karuniaMu

Selasa, 23 Desember 2008

Donny By Donny

Untuk menjadi seorang "Donny" bukanlah hal yang mudah
Menjadi seperti ini pun tanpa aku sadari
Menjadi hal yg begini pun tanpa aku ingini
Tapi aku menjadi sesuatu
Yang bagi ku adalah hal yg baik
Yang bagi ku adalah luar biasa
Berdiri dengan kaki sendiri
Dengan berbagai terpaan badai dan guntur
Yang tanpa disadari dapat dilalui
Walau terseok-seok
Dan ternyata ....
Hidup adalah sesuatu
Yang harus dijalani dan diyakini
Berpijak dan berpikir dari jiwa dan jasad nyasendiri
Yang akhirnya menjadi berguna dan bermanfaat bagi diri sendiri
Dilandasi semua keyakinan itu dengan Agama
Dan berpijak lah dengan hal-hal yg baik
Buat diri ini dapat tidur dengan lelap
Buat bibir mu selalu tersenyum melebar
Hari-hari serasa indah dan menggairahkan
Aku..adalah Donny...
Yg hidup dengan banyak harapan dan asa
Aku berharap demikian hingga akhir hayat ku
Mengukir cerita hingga titik yg indah
Dengan tanpa aku sadari