Jumat, 10 April 2009

Hingga

Ketika itu aku berada pada ambang ketakutan, berhalusinasi dan menerawang kedepan serta membayangkan bagaimana diriku 'kan nantinya.

Ketika itu aku tediam dan membisu tanpa keyakinan, berharap akankah dapat menempuhnya pada titik yg diinginkan orang-orang pada umumnya

Ketika itu aku belum bisa mendapatkan apa yg seharusnya aku bisa dapatkan.

Ketika itu hanyalah angan-angan belaka, apa dan bagaimana aku belum bisa merabanya

Ketika itu aku berhari-hari tidak bisa meyakinkan diriku unt bisa berjalan tegap, semakin aku menjadi takut, dan semakin aku menjadi kerdil bagi diriku sendiri

Ketika itu hatiku serasa ingin berteriak,aku tak ada kekuatan yg bisa mengangkat diriku sendiri

Ketika itu semakin sulit rasanya diri ini untuk bisa bernafas lega

Ketika itu aku bahkan tidak bisa berucap jujur pada diri sendiri akan kenyataan hidupku sa'at itu

Ketika itu aku serasa berlari dan berjalan ditempat, bahkan ruang gerakku pun begitu sangat terbatas

Ketika itu seakan dengan mudahnya diri ini untuk meneteskan linangan air mata

Ketika itu dadaku begitu penuh dan berjejal dengan segala keluh yg terkumpul

Ketika itu hampir seakan-akan hidup ini tak tergambarkan dan tak terlukiskan indah

Masih juga ketika itu hati ini mengapung tak berdaya

Ketika itu tiada pijakan yg kokoh pada kaki-kaki ku

Sadar diri ini tiada kemampuan berteriak atau mendongakkan kepala

dan sadar diri ini tiada sandaran kuat yg menjadikan tubuh berdiri tegap

Aku cobakan langkah-langkah kecil ini menuntun jalan hidupku

Berpegang teguh dengan kemampuan seadanya agar bisa mengepakkan sayap

keterpurukan demi keterpurukan yg menghadang bak tembok raksasa serasa

aku pecahkan dengan keyakinanku sendiri

Aku mulai bergumam lantang walau yg tersisa didalam diri cuma sebongkah

Aku paksakan diri berjalan tegap memandang arah tujuan yg mulai tercerna

Dan tanpa terasa aku mulai berjalan meninggalkan batas-batas kesengsaraan

Tangisku yg dulu menyesakkan dada kini terurai menjadi picuan semangat akan hidupku

Hingga pada akhirnya kutemukan cahaya yg aku harapkan dan impikan menerangi asa ku

Tidak ada saksi dalam hidupku kecuali hati dan jiwaku yg menemani setia dalam kehidupanku

Dan hingga kini tanpa terasa aku mulai bersandar pada tembok yg kukuh dan pada pijakan yg kuat

Seribu ucapan syukur alhamdulillah tak cukup untuk menghiasi segala perjuanganku

Kalaupun aku kini berpaling kearah titik awal hidupku, mungkin aku kan berujar "tak sanggup lah untuk kembali lagi"

Dan hingga kini aku berdiam mensyukuri nikmat yg Kau beri ya Allah,,,,

Dan Hingga kini aku menjadi sesuatu atas karuniaMu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar