Ketika itu aku berada pada ambang ketakutan, berhalusinasi dan menerawang kedepan serta membayangkan bagaimana diriku 'kan nantinya.
Ketika itu aku tediam dan membisu tanpa keyakinan, berharap akankah dapat menempuhnya pada titik yg diinginkan orang-orang pada umumnya
Ketika itu aku belum bisa mendapatkan apa yg seharusnya aku bisa dapatkan.
Ketika itu hanyalah angan-angan belaka, apa dan bagaimana aku belum bisa merabanya
Ketika itu aku berhari-hari tidak bisa meyakinkan diriku unt bisa berjalan tegap, semakin aku menjadi takut, dan semakin aku menjadi kerdil bagi diriku sendiri
Ketika itu hatiku serasa ingin berteriak,aku tak ada kekuatan yg bisa mengangkat diriku sendiri
Ketika itu semakin sulit rasanya diri ini untuk bisa bernafas lega
Ketika itu aku bahkan tidak bisa berucap jujur pada diri sendiri akan kenyataan hidupku sa'at itu
Ketika itu aku serasa berlari dan berjalan ditempat, bahkan ruang gerakku pun begitu sangat terbatas
Ketika itu seakan dengan mudahnya diri ini untuk meneteskan linangan air mata
Ketika itu dadaku begitu penuh dan berjejal dengan segala keluh yg terkumpul
Ketika itu hampir seakan-akan hidup ini tak tergambarkan dan tak terlukiskan indah
Masih juga ketika itu hati ini mengapung tak berdaya
Ketika itu tiada pijakan yg kokoh pada kaki-kaki ku
Sadar diri ini tiada kemampuan berteriak atau mendongakkan kepala
dan sadar diri ini tiada sandaran kuat yg menjadikan tubuh berdiri tegap
Aku cobakan langkah-langkah kecil ini menuntun jalan hidupku
Berpegang teguh dengan kemampuan seadanya agar bisa mengepakkan sayap
keterpurukan demi keterpurukan yg menghadang bak tembok raksasa serasa
aku pecahkan dengan keyakinanku sendiri
Aku mulai bergumam lantang walau yg tersisa didalam diri cuma sebongkah
Aku paksakan diri berjalan tegap memandang arah tujuan yg mulai tercerna
Dan tanpa terasa aku mulai berjalan meninggalkan batas-batas kesengsaraan
Tangisku yg dulu menyesakkan dada kini terurai menjadi picuan semangat akan hidupku
Hingga pada akhirnya kutemukan cahaya yg aku harapkan dan impikan menerangi asa ku
Tidak ada saksi dalam hidupku kecuali hati dan jiwaku yg menemani setia dalam kehidupanku
Dan hingga kini tanpa terasa aku mulai bersandar pada tembok yg kukuh dan pada pijakan yg kuat
Seribu ucapan syukur alhamdulillah tak cukup untuk menghiasi segala perjuanganku
Kalaupun aku kini berpaling kearah titik awal hidupku, mungkin aku kan berujar "tak sanggup lah untuk kembali lagi"
Dan hingga kini aku berdiam mensyukuri nikmat yg Kau beri ya Allah,,,,
Dan Hingga kini aku menjadi sesuatu atas karuniaMu
Jumat, 10 April 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar